About

penaja 1

Showing posts with label HADIS DAN SUNNAH. Show all posts
Showing posts with label HADIS DAN SUNNAH. Show all posts

11 October 2014

Kisah Dajjal Dalam Hadith

Dari An-Nawwas bin Sam'an  , dia berkata: Rasulullahﷺ menyebut-nyebut
perihal Dajjal pada suatu pagi. Beliau ﷺ menjelaskan Dajjal,
kadang-kadang suaranya direndahkan dan kadang-kadang suaranya
dikeraskan sehingga kami mengira seolah-olah Dajjal itu sudah ada di
tengah-tengah pohon kurma. Maka ketika kami mendatangi tempatnya,
beliau bersabda sepertinya telah mengetahui apa yang bergolak dalam
perasaan kami, lalu bersabda: "Ada persoalan apa dengan kalian ini?"

Kami menjawab: "Ya Rasulullah, engkau menyebut-nyebut Dajjal pada
suatu pagi, engkau merendahkan dan mengeraskan suara sehingga kami
mengira bahawa ia sudah ada di tengah pohon kurma."

Beliau bersabda: "Bukan Dajjal yang paling aku takutkan menimpa diri
kalian. Jika ia keluar dan aku masih ada di tengah kalian, maka akulah
yang akan mematahkan hujjahnya untuk melindungi kalian. Dan jika ia
keluar dan aku tidak ada di tengah kalian, maka setiap orang menjadi
pelindung dirinya sendiri dan Allah adalah penggantiku dalam
melindungi setiap orang Muslim.

Sesungguhnya Dajjal adalah pemuda yang rambutnya sangat keriting,
matanya menonjol keluar, seolah-olah aku menyamakannya dengan Abdul
'Uzza al-Qathan. Maka barangsiapa yang dapat bertemu dengannya,
hendaklah membacakan kepadanya ayat-ayat permulaan dari surah al-Kahf.
Dajjal itu akan keluar di suatu jalanan yang terletak antara Syam dan
Irak, lalu membuat kerusakan di sebelah kanan dan kirinya. Maka dari
itu, wahai hamba Allah, tetapkanlah keimanan kalian.

Kami para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, berapa lama ia menetap di bumi?"

Rasulullah menjawab: "Empat puluh hari, hari pertama lamanya sama
dengan setahun, hari kedua lamanya seperti sebulan, hari ketiga
seperti satu minggu, sedang hari-hari berikutnya adalah sama dengan
hari-hari kalian saat ini."

Kami bertanya lagi: "Ya Rasulullah, dalam satu hari yang panjangnya
satu tahun itu, apakah kami cukup seperti mengerjakan solat satu hari
sahaja (yakni, solat fardhu 5 waktu).

Beliau menjawab: "Tidak, maka perkirakanlah menurut kadar jaraknya
masing-masing. Jadi tetap lima kali dalam perkiraan satu hari seperti
sekarang."

Kami bertanya lagi: "Ya Rasulullah, bagaimanakah kecepatannya menjelajah bumi?"

Beliau bersabda: "Bagaikan hujan yang tertiup angin. Dajjal itu datang
kepada suatu kaum, lalu ia mengajak mereka, kemudian mereka pun
beriman kepadanya dan patuh pada apa yang dikehendakinya. Ia menyuruh
langit supaya menurunkan hujan, lalu turunlah hujan. Ia menyuruh bumi
supaya menumbuhkan tanaman, lalu tumbuhlah tanamannya. Selanjutnya,
kembalilah ternak-ternak mereka tergembala di situ dalam keadaan
berpunuk panjang atau sebesar yang pernah dan terpanjang perutnya.

Selanjutnya, datanglah Dajjal kepada suatu kaum, lalu mereka diajak
mengikuti kehendaknya, tetapi mereka menolak, kemudian Dajjal
meninggalkan mereka. Kaum yang menolak ini (kerana tegarnya iman
mereka) pada keesokan harinya telah menjadi kering daerahnya dan
kosong dari rumput dan tanaman lainnya, juga mereka tidak memiliki
harta benda sedikit pun. Dajjal lalu berjalan melalui puing-puing
kemudian ia berkata: "Keluarkanlah harta-harta simpananmu, tiba-tiba
harta-harta di situ dapat diambil dan mengikuti perjalanan Dajjal
sebagaimana lebah-lebah mengikuti rajanya.

Setelah itu, Dajjal memanggil seorang pemuda yang masih remaja, lalu
ia memukul pemuda ini dengan pedang, sehingga terpotonglah tubuhnya
menjadi dua bahagian dengan kecepatan bagaikan lemparan anak panah
mengenai sasarannya. Tetapi, Dajjal lalu memanggil pemuda yang sudah
mati itu, lalu ia hidup kembali dan menghadapnya, sedang wajahnya
berseri-seri sambil tertawa.

Dalam keadaan itulah, tiba-tiba Allah Ta'ala mengutus Isa al-Masih
putera Maryam. Ia turun di menara putih, yang terletak di sebelah
selatan Damaskus, iaitu mengenakan dua lembar pakaian yang berwarna,
dengan meletakkan dua tapak tangannya di atas sayap dua malaikat. Jika
ia menundukkan kepalanya, mencucurlah air dari kepalanya, sedang
apabila ia mendongakkannya, maka terurailah rambutnya yang lebat
bagaikan butiran mutiara. Maka tiada seorang kafir pun yang dapat
mencium aroma nafasnya, melaainkan ia akan mati sedang nafasnya
tercium sejauh jarak mata memandang.

Selanjutnya, al-Masih mencari Dajjal sampai ia menemukannya di pintu
gerbang Ludd, kemudian beliau membunuhnya. Selanjutnya, Isa
alaihissalam mendatangi kaum yang telah dilindungi Allah dari
kejahatan Dajjal, lalu ia meengusap wajah-wajah mereka dan
memberitahukan bahawa mereka akan memperoleh derajat yang tinggi dalam
syurga.



Dalam keadaan demikian itulah, Allah memberikan wahyu kepada Isa
alaihissalam bahawasanya Allah telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang
tiada seorang pun kuasa untuk menentang dan berperang dengan mereka.
Maka kumpulkanlah hamba-hamba-Ku (yang mukmin) ke bukit Thur.
Maka Allah mengutuskan bangsa Yakjuj Makjuj. Mereka turun mengalir
dengan cepat sekali dari tempat-tempat yang tinggi. Kemudian
berjalanlah barisan pertama dari rombongan mereka di Danau Thabariyah
lalu minum airnya, selanjutnya berjalanlah barisan terakhir dari
rombongan mereka dan berkata: "Danau ini dulunya masih ada airnya."
Nabiyullah Isa alaihissalam dan para sahabatnya dikepung dari segala
penjuru hingga tidak dapat keluar, sampai-sampai nilai satu kepala
lembu bagi seorang di antara mereka lebih berharga dari seratus dinar
emas bagi seorang di antara kalian saat ini. Nabiyullah Isa
alaihissalam dan sahabatnya radhiayallahu anhum semuanya berdoa
merendahkan diri kepada Allah Ta'ala memohon agar kesulitan itu segera
dilenyapkan.

Allah Ta'ala mengutuskan ulat kepada bangsa Yakjuj dan Makjuj di
leher-leher mereka, kemudian mereka mati serempak bersamaan dalam satu
waktu sekaligus tak ubahnya satu jiwa. Nabiyullah Isa alaihissalam dan
sahabatnya radhiyallahu anhum lalu turun ke bumi (dari gunung Thur).
Mereka tidak menemukan sejengkal tanah pun melainkan telah dipenuhi
oleh bau busuk dari bangkai mayat bangsa Yakjuj dan Makjuj tadi.
Selanjutnya Nabiyullah Isa alaihissalam dan sahabatnya radhiyallahu
anhum berdoa lagi kepada Allah Ta'ala sambil memohon agar mayat-mayat
mereka dilenyapkan. Allah Ta'ala menurunkan burung sebesar leher unta
dan burung inilah yang membawa terbang bangkai mereka lalu
melemparkannya di suatu tempat yang dikehendaki oleh Allah.

Selanjutnya, Allah Azza wa Jalla menurunkan hujan yang menyapu rata
semua rumah tanah liat atau pun tenda dari bulu, sehingga bumi itu
menjadi bersih licin bagaikan kaca. Kepada bumi lalu dikatakan:
"Tumbuhlah buah-buahanmu dan tumpahkanlah keberkahanmu." Maka pada
saat itu sekelompok manusia cukup makandari satu biji buah delima
sahaja (kerana amat besarnya). Mereka pun dapat bernaung di bawah
kulit tempurung (kelopak) delima tadi dan diberkahilah air susu,
sehingga sungguh seekor unta yang mengandung air susu, dapat mencukupi
satu kelompok besar manusia, seekor sapi yang mengandung air susu
dapat mencukupi satu kabilah, sedang seekor kambing yang mengandung
susu dapat mencukupi satu desa.

Selanjutnya, di waktu mereka dalam keadaan sedemikian, tiba-tiba Allah
Ta'ala mengirimkan angin yang sejuk nyaman, lalu angin itu mengambil
nyawa kaum mukmin dari bawah ketiaknya. Jadi angin itulah yang
mencabut jiwa setiap orang mukmin dan setiap orang Muslim. Lalu yang
tertinggal adalah golongan sejahat-jahat manusia, mereka bersetubuh
dengan wanita seperti halnya sekelompok keldai. Maka terjadilah Hari
Kiamat atas mereka."."

[H.R. Muslim (2937)]
Read More →

28 September 2014

Hikmah Di Sebalik Ibadah Korban

Salah satu amal ibadah yang disunatkan pada hari raya ialah melakukan korban. Waktu menyembelihnya ialah sesudah mengerjakan salat sunat Aidil Adha sehingga hari tasyrik ( 13 Zulhijjah ). Ianya boleh dilaksanakan dengan menyembelih seekor kambing untuk seorang atau seekor lembu untuk tujuh orang. Firman s.w.t. :

Maksudnya : " Sesungguhnya kami telah mengurniakan kepadamu ( wahai muhammad ) kebaikan yang banyak ( di dunia dan di akhirat ) oleh itu, kerjakanlah sembahyang kerana Tuhanmu semata-mata dan sembelihlah korban sebagai bersyukur) sesungguhnya orang yang bencikan engkau, dialah yang terputus (dari mendapat sebarang perkara yang diingininya )". ( Surah al-Kausar : 1-3 )

Berdasarkan kepada Firman Allah tersebut, jamhur ulama berpendapat bahawa hukumnya adalah sunat muakad iaitu sunat yang sangat dituntut. Tarafnya lebih tinggi daripada sunat biasa, manakala nilai pahalanya pعla lebih besar. Dalam satu Hadis yang diriwayatkan dari Abi Hurairah katanya, Sabda Rasulullah s.a.w. :

Maksudnya : " barangsiapa yang mempunyai kelapangan ( mampu ) untuk berkorban tatapi tidak dilakukannya, maka janganlah dia datang mendekati tempat kami bersembahyang ini ". ( riwayat Ahmad dan Ibni Majah )

Dari Hadis ini dapat dibuat kesimpulan, bahawa ibadah korban itu sangat penting sehingga hukumnya seolah-olah hampir kepada wajib, terutama kepada orang yang berkemampuan yang telah dilimpahkan dengan rezeki kepada mereka.

Jelaslah kepada kita, bahawa ibadah korban itu disunatkan oleh Rasulullah s.a.w. sebagai satu latihan dan ujian bagi kaum muslimim untuk memupuk semangat berkorban. dengan cara mengeluarkan sebahagian kecil nikmat dan rezeki yang dilimpahkan oleh Allah untuk dirasai oleh golongan fakir miskin sekaligus memanifestasikan syiar Islam itu sendiri.

Sebagai kesimpulan, antara hikmat dan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah korban antaranya ialah :

1. Melatih dan membentuk mentaliti kaum Muslimim supaya sentiasa bersedia berkorban sebahagian rezeki dan nikmat kurniaan Tuhan demi kepentingan orang lain.

2. Sebagai salah satu cara mendekatkan diri

kepada Allah( َهللا ىلِإ ْبُّرَقَت ) sebagaimana yang sering kita ikrarkan dalam sembahyang lima waktu ; sesungguhnya solatku ،hidupku, ibadahku dan matiku adalah untuk berbakti kepada Allahs.w.t.

3. Menghidupkan sirah nabi Ibrahim yang kemudian disunatkan oleh Rasulullah s.a.w. menjadi syiar ibadah yang utama bagi kaum muslimim.

4. Peristiwa pengorbanan nabi Ibrahim dan nabi Ismail mengisyaratkan kepada kita bahawa jalinan hubungan kejasama antara generasi terdahulu dengan golongan terkemudian, bakal melahirkan kejayaan dan kecemerlangan ummah.

5. Dengan penyembelihan binatang korban itu, boleh dinikmati oleh diri orang yang berkorban itu sendiri, kaum keluarga jiran tetangga dan sahabat handai seluruhnya.

Maksudnya : " Dan ( ingatlah ) tak kala Tuhan kamu memberitahu, " demi sesungguhnya! jika kamu bersyukur nescaya aku akan tambahi nikmatku kepada kamu, dan demi sesungguhnya jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azab-Ku amatlah keras ". ( Surah Ibrahim : 7 )




PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.



 
 Share








TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..




Read More →

16 May 2014

Antara Hadis-Hadis Tentang Kenikmatan Syurga



Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang membelanjakan dengan sepasang dari harta bendanya untuk jalan Allah maka dia akan dipanggil dari semua pintu syurga. Dan syurga itu terdapat delapan pintu. Maka jika yang bersangkutan termasuk yang mendirikan solat, maka dia akan dipangil dari pintu solat. Dan bagi yang mengerjakan puasa, maka akan dipanggil dari pintu puasa. Dan barangsiapa yang suka bersedekah maka yang bersangkutan akan dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa yang pernah berjihad, maka ia akan dipanggil dari pintu jihad.

(HR. Bukari-Muslim)

Dan kata Jabir: Rasulullah SAW bersabda : Mahukah ku ceritakan pada mu tentang kamar-kamar syurga itu?

Jawab Jabir : Ya tentu saja ya Rasulullah.

Kata Rasulullah SAW : Sesunguhnya di syurga itu ada kamar-kamar (istana-istana) yang terbuat dari permata, dan seluruhnya bisa kelihatan yang di depan hingga bahagian dalam, yang bahagian dalam hingga bahagian depan, dan itulah yang di dalamnya penuh dengan kenikmatan, kelazatan dan kesenangan yang belum pernah mata melihatnya, telinga belum pernah mendengarnya, dan belum terlintas pada hati manusia.

Kata Jabir : Untuk siapakan kamar-kamar itu?.

Rasulullah SAW menjawab: Untuk mereka yang mengucapkan salam, bersedekah makanan, membiasakan berpuasa... baik yang wajib mahupun yang sunnah, bersolat malam (tahajud) ketika manusia sedang tidur.

Para sahabat bertanya : Siapakan yang kuat seperti itu?

Rasulullah SAW menjawab : Umatku kuat yang semacam itu. Dan akan kuterangkan hal itu : 1. Barangsiapa yang menjumpai saudaranya maka ucapkanlah salam atau balaslah salamnya maka yang bersangkutan mengucapkan salam. 2. Barangsiapa yang memberi makan keluarganya dan tanggungannya dalan bentuk makanan hingga kenyang maka yang bersangkutan telah memberi makanan. 3. Dan barangsiapa yang berpuasa ramadan dan berpuasa sunat tiga hari dalam setiap bulan, maka yang bersangkutan telah membiasakan berpuasa. 4. Dan barangsiapa bersolat isya’ yang akhir dan bersolat subuh dengan berjamaah, maka yang bersangkutan telah bersolat alam ketika orang-orang telah tidur"

(HR. Abu Nuaim)

Beberapa hadis yang menerangkan tentang kenikmatan syurga :

Dalam hadis disebutkan tentang keadaan syurga Aden yang di dalamnya tedapat istana-istana dari mutiara, yang pada setiap istana itu terdapat 70 rumah dari permata yakut merah.

Dan pada setiap rumah di dalamnya ada rumah lagi sebanyak 70 buah yang terbuat dari permata zamrud hijau, yang di dalam setiap rumah itu terdapat ada ranjang, dan pada setiap ranjang itu ada 70 permadani dalam berbagai warna, dan pada setiap permadani itu terdapat seorang bidadari.

Dan pada setiap rumah itu ada pelayan wanitanya, dan diberiikan pada orang yang mukmin pada setiap paginya berupa kekuatan dari apa yang diberikan kesemuanya itu.

(HR. Abu Syekh bin Hibban)

“Barangsiapa yang berkeinginan untuk diberi minuman oleh Allah SWT dengan minuman khamar (yang tidak memabukkan) di akhirat, maka tingalkanlah minum khamar di dunia, dan barangsiapa yang berkeinginan untuk diberi pakaian oleh Allah SWT berupa sutera di akhirat maka tinggalkanlah sutera didunia"

(HR. Thabrani dan Nasai)

Sabda Nabi tentang khemah syurga: “Khemah itu berupa mutiara (intan) berloang yang panjangnya 60 mil dan berada di langit, yang setiap pokoknya ada orang mukmin dan keluarganya, yang mereka antara yang satu dengan yang lainnya tidak boleh melihat"

(HR. Bukhari-Muslim)

Makanan penduduk syurga sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an iaitu berupa buah-buahan, daging burung, madu, susu dan makanan lainnya yang tidak dapat dihitung.

Kotoran yang dikeluarkan oleh penduduk syurga iaitu dalam bentuk keringat yang mengalir dari kulit mereka dengan berbau harum laksana minyak misik yang harum kemudian perutnya lalu mengecil.

(HR. Nasai)

“Seandainya wanita syurga (bidadari) itu muncul ke bumi, maka akan terang benderanglah cahayanya dan akan dipenuhi di antara keduanya dengan bau yang harum, sedangkan kain kerudung kepalanya adalah lebih baik dari dunia dan segala isinya.

(HR. Bukhari)

Kecantikan bidadari dalam syurga telah disebutkan dalam Q.S Rahman: 58 yang ertinya “ Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

“Diberikan pada mereka yang laki-laki (dalam syurga) bahawa kekuatan seorang di antara mereka sehari lebih utama dari 70 orang dari padamu.

(HR. Tirmidzi)

Sesungguhnya bidadari dalam syurga itu bernyanyi mengatakan: Kami adalah bidadari yang baik, yang kami bersembunyi untuk suami-suami yang mulia.

(HR.Thabrani)

"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..." Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : FB Perkongsian Ilmu Menuju Ke Alam Akhirat.
Read More →

19 May 2013

Isbal Dan Hukum

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, daripada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, bahawa baginda berkata, "Apa yang terjulur (labuh) ke bawah melebihi ke dua mata kaki dari pakaian, maka ia berada di neraka. (HR Bukhari)

Dari al-Mughirah B. Syu'bah, beliau melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam mendatangi Sufyan dan menahannya, lalu berkata: Wahai Sufyan, janganlah engkau melakukan isbal, kerana Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak mencintai orang-orang yang isbal. (HR Ibnu Majah) 

Daripada Ya'kub B. 'Ashim sesungguhnya beliau mendengar asy-Syarid berkata: Dari kejauhan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melihat seorang lelaki yang menjulurkan melabuhkan) pakaiannya (seluarnya) sehingga terseret. Maka beliau pun bergegas menemuinya (berlari-lari anak) menuju kepada orang tersebut. Lalu beliau menegurnya: "Angkatlah kain pakaianmu dan bertaqwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala". Maka orang tersebut pun berkata: Sesungguhnya aku seorang yang memiliki kaki yang bengkok (seperti huruf X) dan kedua lutut-ku tidak stabil ketika berjalan". Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tetap menyatakan: "Angkatlah pakaianmu, kerana sesungguhnya semua ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah bagus". Maka setelah peristiwa tersebut, tidaklah kelihatan lelaki tersebut melainkan dengan pakaiannya (seluarnya) sentiasa terangkat hingga pada tengah-tengah kedua betisnya atau di bawah sedikit. (HR Ahmad) 

read more: http://khalifahalhidayah.blogspot.com

Nabi saw. bersabda, "Dan berhati-hatilah kamu terhadap perbuatan mengisbalkan pakaian, kerana perbuatan tersebut termasuk kesombongan dan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak mencintai kesombongan". (HR Abu Daud) 

Daripada 'Abdullah B. 'Umar radhiyallahu 'anhuma, telah berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, "Sesiapa yang melabuhkan pakaiannya kerana sombong, nescaya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan memandangnya dengan pandangan kasih sayang pada hari kiamat nanti". (HR Bukhari) 

Orang yang mengisbalkan (melabuhkan) pakaian, dia adalah orang-orang yang menjulurkan (memanjangkan) dan melabuhkan pakaiannya sehingga mencecah ke bumi (melebihi had). (Imam Ibnu Hajar, Mukaddimah Fathul Bari, 1/126) 

Isbal menurut syar'i adalah melabuhkan (menjulurkan) pakaian serta membiarkannya terurai ke bawah sehingga melampaui batasan yang telah ditetapkan di dalam syari'at (melebihi buku lali). 

Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadhus Shalihin menerangkan tentang larangan memanjangkan kain di bawah buku lali. Di mana dalam bab tersebut beliau berpendapat, jika menjulurkan kain di bawah buku lali kerana sombong maka hukumnya haram, jika bukan kerana sombong maka hukumnya makruh. Ini adalah pendapat dalam mahzab Syafie. 

Wallahu 'alam

Sumber http://lenggangkangkung-my.blogspot.com/


PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 

TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..


Read More →

18 May 2013

Telaga Nabi Muhammad S.A.W

Allah Ta’ala menyediakan sebuah telaga khas kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terletak di padang Mahsyar pada hari kebangkitan semula nanti. 

Ada perbezaan pendapat di antara para ulama tentang bila dan di mana manusia akan mendatangi telaga Nabi SAW. itu. Imam Al Ghazali dan Al Qurthubi berpendapat telaga itu berada di padang Mahsyar sebelum menyeberangi sirat. Manakala Imam Bukhari rahimahullah berpendapat telaga Nabi SAW. itu berada selepas melintasi sirat. Wallahu a’lam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai al-haudh (telaga) dan mereka saling berbangga diri, siapa di antara mereka yang paling banyak peminumnya (pengikutnya). Dan sungguh aku berharap, akulah yang paling banyak pengikutnya.” (HR at-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi, no. 2443)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dialirkan pada telagaku itu dua saluran air yang (bersumber) dari (sungai al-Kautsar) di Syurga…” (HR. Muslim, no. 4255) 

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Pada suatu hari, ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berada di tengah-tengah kami, tiba-tiba baginda mengantuk sekejap. Kemudian baginda mengangkat kepala sambil tersenyum. Maka kami pun bertanya, “Apa yang membuat Tuan tersenyum, wahai Rasulullah?” Baginda menjawab, “Baru saja diturunkan kepadaku sebuah surah.” Lalu Beliau membaca: (maksudnya),  Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu al-Kautsar. Maka dirikanlah solat kerana Tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (Al-Katsar: 1-3). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Apakah kalian tahu apakah Al-Kautsar itu?” Kami (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Al-Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabb-ku ‘Azza wa Jalla untukku. Di sana, terdapat kebaikan yang banyak. Ia adalah (sumber air) telaga yang akan didatangi umatku pada hari Kiamat. Jumlah gayungnya sebanyak bintang-bintang.” (HR Muslim, no. 400).


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Telagaku (panjang dan lebarnya) satu bulan perjalanan. Airnya lebih putih daripada susu, baunya lebih harum daripada kesturi, cawannya sebanyak bintang di langit. Sesiapa yang minum darinya, dia tidak akan haus untuk selamanya.” (HR Bukhari, no. 6093 dan Muslim, no. 4294).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya telagaku itu lebih panjang dari jarak antara Aylah (sebuah kota di teluk ‘Aqobah, Yordania) dan ‘Adan (kota Yaman). Seeungguhnya air telagaku itu lebih putih dari salji, lebih manis dari madu dicampur susu, serta bejana-bejananya lebih banyak dari bintang-bintang. Aku sungguh akan menjaganya dari orang lain (selain umatku), sebagaimana seseorang menjaga telaganya dari unta orang lain.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah pada hari itu baginda mengenali kami?” Baginda shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ya. Kalian punya tanda yang tidak dimiliki oleh umat lain. Kalian datang kepadaku dengan dahi dan kaki bercahaya putih kerana wuduk.” (HR Muslim, no. 364)

Tetapi ada sebahagian umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan diusir ketika ingin mendatangi telaga itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku adalah pendahulu kalian menuju telaga. Siapa saja yang melewatinya, pasti akan meminumnya. Dan sesiapa meminumnya, niscaya tidak akan haus selamanya. Nanti akan datang beberapa orang yang aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, namun mereka terhalangi dari menemui diriku.” (HR Bukhari, no. 6528 dan Muslim, no. 4243)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku berkata: “Mereka termasuk umatku!” Namun muncul jawaban: “Engkau tidak mengetahui perkara yang mereka ada-adakan selepas sepeninggalmu.” Aku pun berkata: “Pergi dari sini, Pergi dari sini, bagi orang yang mengubah (ajaran agama) setelahku.” (HR Bukhari, no. 6097)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya selepasku nanti akan ada para pemimpin yang melakukan kezaliman dan penipuan. Sesiapa pergi kepada mereka lalu membenarkan penipuan mereka dan menolong kezaliman mereka maka dia bukan dariku dan aku bukan darinya dan dia tidak akan dapat mendatangi telagaku. Sesiapa yang tidak membenarkan pembohongan mereka dan tidak menolong kezaliman mereka, maka dia dari kalanganku dan aku dari kalangannya dan dia akan dapat mendatangi telagaku”. (HR Ahmad, Nasai dan Tirmidzi)


PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 

TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

15 May 2013

Rahsia Kelemahan Jin Dan Iblis

Walaupun jin dan syaitan mempunyai kemampuan-kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia, akan tetapi al-Quran dengan tegas mengatakan bahawa hakikatnya syaitan dan tipu dayanya itu adalah lemah. Berikut adalah beberapa contoh kelemahan jin, di antaranya:

Tidak boleh mengalahkan orang-orang soleh.


Bukti bahawa syaitan atau jin tidak akan dapat mengalahkan orang soleh adalah perkataan syaitan sendiri ketika berdialog dengan Allah dalam surah al-Hijr ayat 39 -

"Iblis berkata:" Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahawa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka ". (Surah Al-Hijr 15: 39-40).

Dari ayat ini dapat difahami bahawa yang menyebabkan syaitan itu dapat menguasai seseorang adalah kerana perbuatan dosanya. Ketika seseorang itu dekat dengan Allah, maka syaitan akan lari dan tidak akan berani mendekatinya apatah lagi menguasainya.

Syaitan takut dan lari oleh sebahagian hamba Allah

Apabila seseorang betul-betul memegang ajaran agamanya dengan betul serta mengukuhkan keimanannya dengan teguh, maka syaitan akan takut dan lari. Hal ini terdapat pada diri Umar bin Khatab. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Turmu-dzi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda kepada Umar: "Sesungguhnya syaitan sangat takut olehmu, wahai Umar" (HR. Turmudzi).

Bukan hanya kepada Umar, akan tetapi syaitan (jin kafir) juga akan takut oleh orang-orang beriman yang betul-betul dengan keimanannya. Dalam al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah hadis berikut ini:

"Sesungguhnya orang mukminakan dapat mengawal (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengawal untanya ketika perjalanan" (HR. Ahmad).

Bahkan, apabila seseorang betul-betul, dan soleh, dia boleh membawa qarinnya (penyertanya, kerana setiap manusia itu pasti disertai oleh syaitan (jin kafir) di sebelah kirinya dan malaikat di sebelah kanan atau sering disebut dengan qarin) masuk Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim ini juga:

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:" Tidak ada seorang pun kecuali ia disertai oleh seorang qarin (penyerta) dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat ". Para sahabat bertanya: "Apakah termasuk anda juga wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia (jin tadi) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan "(HR. Muslim).

Jin takluk dan taat kepada Nabi Sulaiman.


Di antara mukjizat Nabi Sulaiman adalah dapat menaklukan jin dan syaitan sehingga semuanya boleh bekerja atas perintahnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Qur'an berikut ini dalam surat Shad ayat 36-38:

"Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu" (QS. Shad ayat 36-38 ).

Mukjijat ini diberikan kepada Nabi Sulaiman sebagai pengabulan atas doanya yang mengatakan:

"Dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak diberikan kepada seseorang setalahku" (QS Shad 38:35).

Doa Nabi Sulaiman inilah yang menyebabkan Rasulullah tidak jadi untuk mengikat jin yang datang dengan melemparkan anak panah ke muka beliau. Dalam sebuah hadis Muslim dikatakan:

Dari Abu Darda berkata:" Suatu hari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bangun, tiba-tiba kami mendengar Rasulullah mengatakan: "Aku berlindung kepada Allah darimu", kemudian Rasulullah Shallallahu' Alaihi wa Sallam juga berkata: "Allah telah melaknatmu" sebanyak tiga kali. Rasulullah lalu menghamparkan tangannya seolah-olah beliau sedang menerima sesuatu. Ketika Rasulullah selesai solat, kami bertanya: "Wahai Rasulullah, kami mendengar anda mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelum ini. Kami juga melihat anda membukakan kedua tangan anda ". Rasulullah menjawab: "Baru Iblis, musuh Allah datang membawa anak panah api untuk dipasang di muka saya, lalu aku berkata:" Aku berlindung kepada Allah darimu "sebanyak tiga kali, kemudian saya juga berkata:" Allah telah melaknatmu dengan laknat yang sempurna "sebanyak tiga kali. Kemudian saya bermaksud untuk mengambilnya. Seandainya saya tidak ingat doa saudara kami, Sulaiman, tentu saya akan mengikatnya sehingga menjadi mainan anak-anak penduduk Madinah "(HR. Muslim).

(read more :  http://khalifahalhidayah.blogspot.com )

Jin atau syaitan tidak dapat menyerupai Rasulullah

Syaitan dan jin tidak dapat menyerupai bentuk dan muka Rasulullah saw. Oleh kerana itu, apabila seseorang bermimi melihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka ia sungguh telah melihatnya. Dalam hadis sahih dikatakan:

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:" Sesiapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, kerana syaitan tidak dapat menyerupaiku "(HR. Muslim).

Jin dan syaitan tidak boleh melewati batas-batas tertentu di langit

Sekalipun jin dan syaitan mempunyai kelebihan dapat bergerak dengan cepat, akan tetapi mereka tidak akan dapat melepasi batas-batas yang telah ditetapkan yang tidak dapat dilalui selain oleh para malaikat. Kerana apabila mereka berani melaluinya, maka mereka akan binasa dan hancur. Kerana itu pula, jin tidak dapat mengetahui dan mencuri maklumat dari langit sehingga apa yang dibisikkannya ke tukang-tukang ramal dan dukun adalah kebohongan semata. Untuk lebih jelasnya akan hal ini, dapat dilihat dalam surah al-Rahman ayat 33-35).

Jin tidak dapat membuka pintu yang sudah ditutup dengan menyebut nama Allah

Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:" Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), kerana syaitan tidak akan membuka pintu yang sudah dikunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang diperbuat dari kuit binatang) dan bekas-bekas kamu (untuk masa sekarang seperti almari, bupet, peti sejuk dan lain) sambil menyebut nama Allah, meskipun kamu hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian "(HR. Muslim).

sumber http://sentiasapanas.blogspot.com



PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 


TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..


Read More →

7 May 2013

"BENTUK FIZIKAL RASULULLAH S.A.W"

Anas bin Malik berkata:

"Rasulullah s.a.w bukanlah orang yang terlalu tinggi, namun baju terlalu pendek. (Kulitnya) tidak putih pucat dan juga tidak sawo matang. (Rambutnya ikal) tidak terlalu kerinting dan tidak juga lurus. Bagainda diutus oleh Allah menjadi Rasul pada usia empat puluh tahun. Baginda menetap di Mekah (sebagai Rasul ) selama sepuluh dan di Madinah juga sepuluh tahun. Baginda di wafatkan oleh Allah dalam usia enam puluh tahun, dalam keadaan tidak sampai 20 helai uban yang terdapat di kepala janggutnya."

(Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmizi)

Pada hakikatnya, Rasulullah menetap di Mekah selama 13 tahun. Maksud 10 tahun pada ayat ini adalah dikurangkan tiga tahun, iaitu tempoh masa wahyu tidak diturunkan buat sementara waktu.

Hadis ini bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Abu Raja Qutaibah bin Sa'id, daripada Malik bin Anas, daripada Rabi'ah bin Abu Abdul Rahman yang bersumber dari Anas bin Malik.

Hadis 2

Anas bin Malik berkata:

"Rasulullah s.a.w adalah seorang yang mempunyai tubuh yang sedang, tidak tinggi dan tidak rendah, bentuk tubuhnya bagus. Rambutnya tidak kerinting dan tidak lurus, Warna kulit Baginda coklat. Jika berjalan pergerakkan condong ke hadapan"

(Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmizi)

Hadis ini bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Humaid bin Mas'adah al Basri yang mendengar daripada Abdul Wahab ats-Tsaqafi dan bersumber Anas bin Malik.

Hadis 3

Al-Bara' bin ‘Azib berkata:

"Rasulullah merupakan seorang lelaki yang bertubuh sederhana (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah), jarak antara kedua-dua bahunya lebar (bahunya bidang). Rambutnya yang lebat terurai ke bahu sampai ke telinganya. Apabila baginda memakai pakaian berwarna merah, aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih tampan daripadanya".

(Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Tirmizi dan Abu Daud)

Hadis ini bertaraf sahih. Dilaporkan oleh Muhammad bin Basyar al-‘Abdi daripada Muhammad bin Ja'afar daripada Syu'bah daripada Abu Ishaq yang bersumber daripada al-Bara' bin ‘Azib.

Hadis 4

Al-Bara' bin ‘Azib berkata:

"Aku tidak pernah melihat orang yang memiliki rambut yang menyentuh sehingga ke bawah telinga (antara cuping telinga dan bahu), dengan memakai pakaian berwarna merah, yang lebih tampan daripada Rasulullah. Baginda memiliki rambut yang mencecah kedua-dua bahunya. Kedua-dua belah bahu baginda bidang. Beliau bukanlah seorang yang rendah dan bukan juga tinggi".

(Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Tirmizi)

Hadis bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan daripada Waki' daripada Sufyan daripada Abu Ishaq bersumber dari al-Bara' bin ‘Azib.

Hadis 5

Ali bin Abi Talib berkata:

"Rasulullah tidak tinggi dan tidak rendah. Telapak tangan dan kakinya terasa tebal (dagingnya) namun lembut. Kepalanya besar, tulang sendinya besar. Bulu yang tumbuh di dada sehingga pusatnya lebat. Apabila baginda berjalan, pergerakkan condong ke hadapan seolah oleh sedang turun ke tempat yang rendah. Tidak pernah aku lihat yang standing dengan baginda sama ada sebelum (baginda lahir) mahupun selepas (baginda wafat)".

(Diriwayatkan oleh Tirmizi)

Hadis bertaraf sahih. Dilaporkan oleh Muhammad bin Ismail daripada Abu Nuaim daripada al-Mas'udi daripada Uthman bin Muslim bin Hurmuz daripada Nafi' bin Jubair bin Muth'im bersumber daripada Ali bin Abi Talib.

Hadis 6

Ali bin Abi Thalib bercerita mengenai sifat Rasulullah:

"Rasulullah tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah. Baginda bertubuh sederhana dalam kalangan kaumnya. Rambutnya tidak kerinting dan tidak juga lurus kaku, melainkan ikal beralun. Badanya tidak gemuk, bentuk tubuhnya tidak bulat tetapi bujur telur. Kulitnya putih kemerah-merahan. Matanya hitan pekat dan bulu matanya lentik. Tulang sendinya gagah, bahunya bidang. Badanya bersih dari bulu dan rambut, tetapi baginda mempunyai bulu lebat memanjang dari dada sampai ke pusat. Telapak tangan dan kakinya terasa tebal. Apabila Rasulullah berjalan, pergerakkanya kelihatan tegap (kakinya diangkat dengan kekuatan), seolah-olah baginda sedang turun di lereng yang curam. Apabila baginda berpaling, kedua-dua bahunya berpaling serentak (seluruhnya badanya turut berpaling). Di antara kedua-dua bahunya, terdapat khatam nubuwah iaitu tanda kenabian bagi para nabi. Rasulullah merupakan seorang manusia yang hatinya paling pemurah (Rasulullah tidak pernah berkeluh kesah atas sikap tidak bertimbang rasa dan penyeksaan kaumnya). Beliau adalah orang yang kata-katanya paling jujur. Manusia yang yang perangainya paling lembut, dan paling ramah dalam pergaulan, sesiapa yang melihatnya kali pertama, pasti akan menaruh hormat padanya. Sesiapa yang berkenalan dengan baginda tentu nanti akan mencintainya. Orang yang menceritakan sifat Rasulullah, tentunya akan berkata "Belum pernah akau melihat sesorang yang standing dengan baginda, sama ada sebelum kelahirannya ataupun sesudah baginda meninggal dunia"

(Diriwayatkan oleh Tirmizi)

Diriwayatkan oleh Ahmad bin ‘Ubadah ad-Dhabbi al-Basri, juga diriwayatkan oleh Ali bin Hujr dan Abu Ja'afar Muhammad bin al-Hussein daripada Isa bin Yunus daripada Umar bin Abdullah daripada Ibrahim bin Muhammad daripada anak lelaki Ali bin Abi Thalib yang bersumber daripada Ali bin Abi Talib.

Hadis 7

Ummu Hani binti Abu Talib berkata:

"Semasa pembukaan kota Mekah, Rasulullah s.a.w memasuki kota ini dengan rambut yang diikat empat"

(Diriwayatkan oleh Tirmizi, Abu Daud, dan Ibn Majah)

Hadis bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Muhammad bin Yahya bin Abi Umar daripada Sufyan bin Uyainah daripada Ibn Abi Najih daripada Mujahid daripada Ummu Hani.

PAKAIAN RASULULLAH S.A.W

Hadis 8

Ummu Salamah berkata:

"Pakaian yang paling di sukai oleh Rasulullah s.a.w adalah gamis"

(Diriwayatkan oleh Tirmizi, Abu Daud dan Ibn Majah)

Hadis bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Muhammad bin Humaid ar-Razi daripada Fadhal bin Musa. Diriwayatkan juga oleh Abu Tamilah dan Zaid bin Habab. Ketiga-tiga mereka menerima daripada Abdul Mu'min bin Khalid daripada Abdullah bin Buraidah yang bersumber daripada Ummu Salamah.

Hadis 9

Anas bin Malik berkata:

"Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah adalah hibarah"

(Diriwayatkan oleh Tirmizi, Bukhari, Muslim dan Nasa'i)

Hadis bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar daripada Mu'adz bin Hisyam daripada ayahnya daripada Qatadah yang bersumber dari Anas bin Malik.

Hadis 10

Anas bin Malik berkata:

"Cincin Rasulullah diperbuat daripada perak dan batunya adalah batu hitam Habsyi"

(Diriwayatkan oleh Tirmizi, Bukahri, Muslim, Abu Daud, Ibn Majah dan Nasa'i)

Hadis bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id dan lebih seorang guru Imam Tirmizi daripada Abdullah bin Wahab daripada Yunus daripada Ibnu Syihab yang bersumber daripada Anas bin Malik.

PERIHAL RASULULLAH DI MASJID

Hadis 11

Qailah binti Makhramah meriwayatkan:

"Qailah melihat Rasulullah di dalam masjid. Rasulullah sedang duduk merapatkan kedua-dua peha baginda ke perut baginda. Lalu Qailah berkata, "Apabila aku melihat Rasulullah sedang duduk dengan begitu khusyuk, aku menjadi gementar."

(Diriwayatkan oleh Tirmizi dan Abu Daud)

Hadis bertaraf hasan. Diriwayatkan oleh Abdul bin Humaid daripada Affan bin Muslaim daripada Abdullah bin Hasban daripada dua orang nenek beliau iaitu Shafiyah dan Duhaibah yang bersumber daripada Qailah binti Makhramah.

Hadis 12

Abdullah bin Zaid berkata:

"Aku melihat Rasulullah berbaring di dalam masjid dan sebelah kaki baginda di letakkan di atas sebelahnya lagi"

(Diriwayatkan oleh Tirmizi, Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

Hadis bertaraf sahih. Dilaporkan oleh Sa'id bin Abdurrahman al-Makhzumi daripada Sufyan daripada Zuhni daripada Abbad bin Tamim yang bersumber daripada pakziknya Abdullah bin Zaid.

Hadis 13

Abu Sa'id al-Khudri berkata:

"Apabila Rasulullah duduk di dalam masjid, baginda merapatkan jedua belah peha ke perut dengan tangan baginda"

(Diriwayatkan oleh Tirmizi dan Abu Daud)

Hadis bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Salamah bin Syabib daripada Abdullah bin Ibrahim al-Madani daripada Ishaq bin Muhammad al-Anshari daripada Rubiah bin Abdurrahman bin Abi Sa'id daripada bapanya yang bersumber daripada datuknya iaitu Abu Sa'id al-Khudri.

MAKAN DAN MINUM RASULULLAH S.A.W

Hadis 14

Ka'ab bin Malik berkata:

"Rasulullah makan dengan tiga jari baginda. Sesudah itu, baginda menjilat ketiga-tiganya."

(Diriwayatkan oleh Tirmizi dan Muslim)

Hadis ini bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Harun bin Ishaq al-Hamdani daripada Abdatu bin Sulaiman daripada Hisyam bin Urwah daripada seorang anak lelaki Ka'ab bin Malik yang bersumberkan Ka'ab bin Malik.

Hadis 15

Ibnu Abbas berkata:

"Rasulullah pernah meminum air zamzam sambil berdiri"

(Diriwayatkan oleh Tirmizi, Bukhari dan Muslim)

Hadis bertaraf sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani' daripada Husyaim daripada Ashim bin al-Ahwal dan Mughirah daripada asy-Sya'bi bersumber Ibnu Abbas.
  • Gamis adalah baju berlengan panjang dan berkocek, labunya sampai bawah betis.
  • kain hibarah ialah kain yang berasal dari Yaman dan diperbuat daripada kapas

PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 


TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

3 May 2013

Kenapa Dilarang Memukul Anak Kecil Sedang Menangis?

Baginda Rasulullah s.a.w. bersabda :
'' Janganlah kamu pukul anak-anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Kerana pada empat bulan pertama kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua pula ia berselawat ke atas Nabi s.a.w. Dan pada empat bulan seterusnya pula ia mendoakan kedua ayah bonda nya.'' ( H.R. Abdullah Ibnu Umar r.a. )

Baginda Rasulullah s.a.w. menjelaskan bahawa tangisan anak di waktu kecil pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya ia memohon istighfar untuk kedua ayah bonda nya.
Bersabda Baginda Rasulullah s.a.w. :

'' Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apa-apa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua ibu bapanya. Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapa nya. Apabila ia telah baligh maka berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya.'' ( H.R.Imam Anas bin Malik r.a.)

P/S : Anak adalah anugerah Allah. Didiklah mereka sebaik-baiknya. Asuhlah mereka dengan kasih sayang bukannya kekerasan dan tengkingan. Janganlah tangisan mereka itu merupakan tangisan terakhir yang mampu kita dengar kesan dari perbuatan kejam kita terhadap mereka.

PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 

TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

14 April 2013

Hukum Menguap Dalam Islam

Daripada Abu Hurairah r. a. bahawasanya Baginda Rasulullah saw bersabda bermaksud: “Sesungguhnya Allah swt suka orang yang bersin, dan membenci orang yang menguap. Maka apabila seseorang kamu bersin, lalu dia mengucapkan 'Alhamdulillah' , maka adalah hak atas setiap Muslim yang mendengarnya pula mengucapkan 'Yarhamukallah! '. 

Adapun menguap itu adalah daripada syaitan. Maka apabila seseorang kamu menguap, hendaklah dia menahannya sekadar termampu. Sebab sesungguhnya apabila seseorang kamu menguap, syaitan akan mentertawakannya. (Hadith Riwayat Bukhari)

Daripada Abu Said Al-Khudri r. a., katanya : Telah bersabda Rasulullah s. a. w. yang bermaksud: “Apabila seseorang kamu menguap, hendaklah dia meletakkan tangannya pada mulutnya, kerana sesungguhnya syaitan itu akan masuk (melalui mulut yangterbuka.” Riwayat Imam Muslim

Nabi Muhammad saw bersabda maksudnya: “Sesungguhnya Allah suka kepada orangorang yang bersin, dan membenci orang-orang yang menguap. Maka apabila seseorang kamu menguap, jangan sampai berbunyi, kerana yang demikian itu daripada syaitan yang mentertawakanmu.” Hadith riwayat Imam Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi 
Daripada Abdullah bin Az-Zubair r. a., katanya: Telah bersabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Sesungguhnya Allah swt membenci sesiapa yang mengangkat suara ketika menguap dan bersin.” Hadith riwayat Imam Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi

Pengajaran daripada maksud hadith, antara adap-adap menguap dan bersin:

1. Berusaha menahan menguap sekadar termampu terutama ketika solat.
2. Meletakkan tangan di atas mulut untuk menahan menguap sama ada di dalam atau di luar solat.
3. Makruh mengeluarkan suara dan mengangkat bunyi ketika menguap atau bersin.
4. Sunat ketika bersin mengucapkan “Alhamdulillah” dan orang yang mendengarnya pula mengucapkan “Yarhamukallah” .
5. Sunat mengucapkan “Astaghfirullah” selepas menguap. 




PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 


TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

29 March 2013

Hukum Suami Isteri Menonton Video Lucah Untuk Belajar Dan Tambah Pengetahuan

Video BLUE @ Lucah

SOALAN :

ASSALAMUALAIKUM UZTAZ. SAYA NAK BERTANYA MENGENAI MENGAJAK ISTERI MENONTON FILEM LUCAH UNTUK TUJUAN MEMPELAJARI TENTANG CARA-CARA MELAKUKAN SEKS. INI KERANA ISTERI SAYA TIDAK BEGITU PANDAI MELAKUKAN SEKS DAN UNTUK MERANSANGKAN NAFSUNYA DULU SEBELUM MELAKUKAN HUBUNGAN KELAMIN. APA PENDAPAT USTAZ?

JAWAPAN :

Wa’alaikumussalam,

Hukumnya haram secara sepakat ulama walaupun niatnya baik. Ia diharamkan kerana :-

Pertama : Islam mengharamkan melihat aurat orang lain, terutamanya bahagian sulit. Nabi SAW bersabda :

Ertinya : “Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki yang lain, dan janganlah wanita melihat aurat wanita yang lain”

Sudah tentu apabila melihat filem tersebut, akan dilihat aurat si pelakon tadi malah dalam keadaan yang tidak diizinkan oleh Islam pula.

Kedua : Islam juga tidak menggalakkan si suami melihat kemaluan isteri dan begitu juga sebaliknya, sebagaimana displin seks Islam yang dinyatakan oleh Sayyidatina Aisyah r.a berkenaan hubungannya dengan baginda SAW. Jika demikian hukumnya, maka sudah tentu melihat kemaluan selain pasangan yang halal di dalam filem lucah lebih lagi ditegah oleh Islam. (hadith berkaitan hal ini tidak sahih,jadi harus melihat kemaluan pasangan kita)

Ketiga : Terdapat cara lain untuk mempelajarinya, iaitu dengan membeli buku pandauan seks dalam Islam yang melakarkan gambar-gambar lukisan sahaja.


read more:  KHALIFAH (Apabila Islam Berbicara)


Keempat : Filem-filem ini sudah tentu dilakonkan oleh orang bukan Islam serta sudah tentu menjalani hubungan seksual tidak menurut displin Islam dalam hubungan seks. Termasuklah melakukan seks secara yang diharamkan oleh Islam. Justeru, meniru teknik yang diharamkan sudah tentu diharamkan juga.

Kelima : Dibimbangi si suami atau isteri akan terbayangkan pasangan pelakon di dalam filem lucah tersebut. Maka ia jatuh ke dalam perkara haram yang lain pula.

Kesimpulannya, diharamkan menggunakan filem lucah samada untuk menaikkan syahwat suami isteri mahupun sebagai pengajian.

sekian

PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 

TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

7 Sunnah Rasulullah Yang Perlu Diamalkan

Jom kita baca 7 sunnah utama yang perlu kita amalkan dalam kehidupan seharian...

sunnah, rasulullah, nabi, diamalkan, perlu, harian, best

sunnah, rasulullah, nabi, diamalkan, perlu, harian, best

Sunnah-sunnah ni semua, secara jujurnya pada pendapat saya sendiri bukanlah sesuatu yang sangat mudah...

Kita perlu ada kesungguhan dan istiqamah dalam mengamalkannya...

Sunnah-sunnah ringan pasti mudah bagi kita untuk mengamalkannya tetapi bagaimana pula dengan sunnah yang lebih besar ??

Jadi, kita sebagai ummat baginda yang hebat haruslah upgrade diri kita sedikit demi sedikit dengan mengikuti sunnah baginda yang lain...

Itu barulah tanda kita sayang Rasulullah...

InsyaAllah kita cuba satu-satu kalau tak mampu buat semua terus...

Kita kan Muslim yang power !!!

Dan apa-apa yg dibawakan oleh Rasulallah (s.a.w) (sunnahnya) hendaklah kamu ambil, dan apa-apa yg ditegahnya dari sesuatu (yangg ditegah) maka tinggalkanlah.
[Ayat 7, Surah al-Haysr]

PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 

TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →