About

penaja 1

Showing posts with label WANITA ISLAM. Show all posts
Showing posts with label WANITA ISLAM. Show all posts

1 May 2013

Aisyah isteri firaun ditunjuk syurga

Wanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya. Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki.

Namun, kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah Fir’aun. Dengan keimanan dan keteguhan hati, wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya, meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya.

Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan berkata pada mereka, “Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti Muzahaim?” Mereka menyanjungnya.Lalu Fir’aun berkata lagi kepada mereka,“Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku.” Berkatalah mereka kepadanya,“Bunuhlah dia!”

Alangkah beratnya ujian wanita ini, disiksa oleh suaminya sendiri.

Dimulailah siksaan itu, Fir’aun pun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Subhanallah…saudariku, mampukah kita menghadapi siksaan semacam itu? Siksaan yang lebih layak ditimpakan kepada seorang laki-laki yang lebih kuat secara fisik dan bukan ditimpakan atas diri wanita yang bertubuh lemah tak berdaya. Siksaan yang apabila ditimpakan atas wanita sekarang, mugkin akan lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan semacam itu.

Namun, akankah siksaan itu menggeser keteguhan hati Asiyah walau sekejap? Sungguh siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan wanita mulia itu. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya.

Iman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya.

Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini senantiasa berdo’a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam al-Qur’an,

“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-Tahrim:11)

Ketika melihat rumahnya di surga dibangun, maka berbahagialah wanita mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir’aun dan algojonya. Ia malah tersenyum gembira yang membuat Fir’aun bingung dan terheran-heran. Bagaimana mungkin orang yang disiksa akan tetapi malah tertawa riang? Sungguh terasa aneh semua itu baginya. Jika seandainya apa yang dilihat wanita ini ditampakkan juga padanya, maka kekuasaan dan kerajaannya tidak ada apa-apanya.

Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Allah mencabut jiwa suci wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya. Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia, siksaan dari suami yang tak berperikemanusiaan.

Saudariku..tidakkah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini? Apakah kita tidak menginginkan kedudukan itu? Kedudukan tertinggi di sisi Allah Yang Maha Tinggi. Akan tetapi adakah kita telah berbuat amal untuk meraih kemuliaan itu? Kemuliaan yang hanya bisa diraih dengan amal shalih dan pengorbanan. Tidak ada kemuliaan diraih dengan memanjakan diri dan kemewahan.

Saudariku..tidakkah kita menjadikan Asiyah sebagai teladan hidup kita untuk meraih kemuliaan itu? Apakah kita tidak malu dengannya, dimana dia seorang istri raja, gemerlap dunia mampu diraihnya, istana dan segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Namun, apa yang dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati dan keimanannya. Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan di sisi manusia. Jangan sampailah dunia yang tak seberapa ini melenakan kita. Melenakan kita untuk meraih janji Allah Ta’ala, surga dan kenikmatannya.

Saudariku…jangan sampai karena alasan kondisi kita mengorbankan keimanan kita, mengorbankan aqidah kita. Marilah kita teladani Asiyah binti Muzahim dalam mempertahankan iman. Jangan sampai bujuk rayu setan dan bala tentaranya menggoyahkan keyakinana kita. Janganlah penilaian manusia dijadikan ukuran, tapi jadikan penilaian Allah sebagai tujuan. Apapun keadaan yang menghimpit kita, seberat apapun situasinya, hendaknya ridha Allah lebih utama. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan surga tertinggi yang penuh kenikmatan. 


PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 


TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

29 April 2013

Kisah Cinta Zulaikha Dan Nabi Yusuf

Akibat konsprirasi saudara-saudara nabi Yusuf a.s , di negeri Kanaan , baginda terjual di negeri Mesir.

Maka Allah berfirman :

Maksudnya

Dan (setelah Yusuf dijualkan di negeri Mesir) berkatalah orang yang membeli Yusuf kepada isterinya: Berilah dia layanan yang sebaik-baiknya; semoga ia berguna kepada kita, atau kita jadikan anak. Dan demikianlah caranya kami berikan kedudukan Yusuf di bumi (Mesir untuk dihormati dan disayangi), dan untuk Kami mengajarnya sebahagian dari ilmu menta’bir mimpi. Dan Allah Maha Kuasa melakukan segala perkara yang telah ditetapkan-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Yusuf 21)

Ahli-ahli tafsir sepakat mengatakan orang yang membeli Yusuf a.s. adalah al-Aziz seorang pegawai tinggi atau Wazir kerajaan Mesir dan isterinya adalah Zulaikha , yang diharap menjadi ibu angkat kepada Yusuf a.s.

Siapakah Zulaikha ?

Maulana Abdullah Yusuf Ali didalam Terjemahan al Quran memetik tulisan karya sastra Zulaikha dan Yusuf oleh Jami r.h ( 817 H – 898 H ):

Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan peribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya. Kali berikutnya beliau bermimpi lagi , lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir.

Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.

Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya : “ Benar , ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya . Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya”.

Perlu diingat sejarah Mesir menyebut , Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.

Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi . Tampan, segak, menarik dan menawan.

Betullah sabda nabi yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas bahawa Rasullah bersabda maksudnya :

Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia.

Kisah Zulaikha dan Yusuf dirakamkan di dalam Al Quran bermula surah Yusuf ayat 21 sehinggalah Yusuf a.s di penjarakan pada ayat 36 surah yang sama, kerana fitnah kononnya Yusuf a.s mengoda Zulaikha , isteri al-Aziz. Bagaimanapun pada ayat 51 surah yang sama Allah berfirman, maksudnya :

Isteri Al Aziz pun berkata: Sekarang ternyatalah kebenaran, akulah yang memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan sesungguhnya adalah ia dari orang yang benar. ( Yusuf 51 )

Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kesudahan hubungan Zulaikh dengan Yusuf a.s.

Bagaimanapun Ibn Katsir didalam Tafsir Surah Yusuf memetik :

Muhammad bin Ishak berkata bahawa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dahulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zu­laikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bah­wa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya,

“Tidakkah keadaan dan hubungan kita se­karang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”

Zulaikha menjawab,

“Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemui­mu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan ke­dudukanku sebagai wanita yang bersuami?”

Dikisahkan bahwa Yusuf waktu kawin dengan Zulaikha, ia menemuinya masih gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.

Rujukan :
  1. Maulana Abdullah Yusuf Ali – Terjemahan al Quran Karim
  2. Tafsir Ibnu Katsier – surah Yusuf



PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 


TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

2 April 2013

Cara Melayan Isteri Mengikut Amalan Rasulullah SAW

Terdapat pelbagai cara dalam menjaga hubungan suami isteri khususnya yang berlandaskan ajaran Islam. Adalah amat penting si suami sebagai ketua keluarga menjaga keharmonian rumahtangga melalui adab dan amalan yang diajar Islam. Contoh terbaik adalah menjadikan Sunah Nabi SAW sebagai panduan dalam kehidupan kita.
1 - Jangan tidak pedulikan isteri yang sedang merajuk atau berkecil hati. Buangkan ego, minta maaf jika suami bersalah dan pujuk dengan mesra. Mungkin apa yang berlaku hari ini suami akan kata “Udah-udah la merajuk tu, buruk beno gayanya udah tua-tua pon merajuk lagi”
2 - Tanamkan sifat menghormati isteri anda yang banyak menjaga minum pakai dan anak-anak anda dirumah. Bermain kayu 3 dibelakang isteri mungkin kurangnya rasa hormat dan menghargai si isteri(selain masalah lain)
3 - Jika isteri melakukan salah atau ada perangai yang suami tidak sukai, tegur dengan baik dan bijaksana. Pukul isteri bukan caranya.
4 - Ambil berat kesihatan isteri. Segara merawat isteri yang sakit, jika serius terus bawa pergi jumpa klinik.
5 - Beri perhatian ketika isteri ketika bercakap. Pandang mukanya ketika bercakap. mungkin ada luahan perasaan atau masalah untuk dikongsi dengan anda.
6 - Isteri tidak suka suami bandingkan dia dengan isteri orang lain baik dari segi paras rupa mahupun masakan. Mungkin bandingkan masakan emak anda dengan masakan isteri anda juga boleh timbulkan rasa kurang senang isteri anda.
7 - Ringankan kerja isteri dirumah. Buat anak sama-sama jadi jaga anak juga sama-sama. Bukan melepaskan tanggung jawab kerja rumah semuanya kepada isteri.
8 - Jika anda keluar melepak dengan kawan-kawan, ingat isteri dirumah. Jadi jangan pulang lewat dan beli la sesuatu untuknya.
9 - Seperti mana isteri perlu menjaga aib suami begitu la juga kepada suami. Suami perlu jaga aib isteri.
10 - Elakan untuk mengutuk isteri anda. Terutamanya depan orang lain.
11 - Suami jangan kedekut. Bukan barang rumah sendiri pun isteri perlu belikan. Kalau suami tak cukup duit tu lain cerita.
12 - Jangan bersepah dan pengotor. Kalau anda merokok, perlu elakan dari merokok dalam rumah dan depan anak-anak.
13 - Setiap keputusan yang ingin dibuat perlu berbincangan dengan isteri. Isteri pula jangan la “Ikut abang la..saya ikut aje” setiap kali suami meminta pandangan.

Kisah Rasulullah SAW sebagai pengajaran :
1) Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menampalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga mahupun untuk dijual.
2) Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan ‘Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.
3) Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali kerumah sesudah selesai sembahyang.’
4) Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda teramat lapar waktu itu.. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, ‘Belum ada sarapan ya Khumaira?’ (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang bererti ‘Wahai yang kemerah-merahan’)
Aisyah menjawab dengan agak serba salah, ‘Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.’
Rasulullah lantas berkata, ‘Jika begitu aku puasa saja hari ini.’ tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah baginda.
5) Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, ‘Mengapa engkau memukul isterimu?’
Lantas soalan itu dijawab dengan agak gementar,
Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap degil juga, jadi aku pukul lah dia.
Aku tidak bertanyakan alasanmu,’ sahut Nabi s. a.. w. ‘Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?
6) Pernah baginda bersabda, ‘sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.’ Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menjejaskan kedudukannya sebagai pemimpin umat..



PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 

TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

30 October 2011

KISAH MARYAM DI KEBUMI OLEH MALAIKAT DAN BIDADARI SYURGA


Nabi Isa adalah nabi yang dilahirkan tanpa ayah dengan izin Allah dan Maryam adalah ibu yang telah melahirkan, menjaga dan mendidik Nabi Isa dengan penuh kasih sayang. Suatu hari Nabi Isa telah bekata kepada ibunya, “Sesungguhnya dunia ini adalah kampung yang akan musnah dan sesungguhnya akhirat itu adalah kampung yang kekal, oleh itu, marilah ibu besama saya”.

Setelah berkata demikian, maka berangkatlah mereka menuju ke gunung Lebnon. Apabila sampai di gunung tersebut, maka Nabi Isa dan ibunya berpuasa di siang hari dan mendirikan solat di malam hari. Makanan mereka terdiri daripada pohon kayu dan meminum air hujan sahaja.

Setelah sekian lama Nabi Isa dan ibunya tinggal di gunung tersebut, maka suatu hari Nabi Isa turun dari gunung tersebut untuk mencari daun kayu untuk mereka berdua berbuka puasa. Setelah Nabi Isa turun ke bawah, datanglah malaikat menghampiri Maryam dan berkata, “Assalamualaiki ya Maryam, orang yang sangat patuh mengerjakan puasa pada siang hari dan mengerjakan solat pada malam hari”.

Sebaik saja Maryam melihat orang yang memberi salam itu, maka Maryam berkata, “Siapakah kamu ini? Badan dan seluruh anggotaku menggeletar dan berasa takut mendengar suaramu”. Malaikat tersebut menjawab, “Aku adalah malaikat yang tidak mempunyai belas kasihan kepada sesiapa pun baik anak kecil, orang tua atau sebagainya sebab aku adalah malaikat pencabut nyawa (Izrail)”.

Mendengar penjelasan malaikat maut, maka Maryam bertanya, “Wahai malaikat maut, apakah tujuan kamu ke sini? Adakah kamu mahu menziarahi aku atau pun mencabut nyawaku?” Izrail menjawab, “Wahai Maryam, kedatanganku adalah untuk mencabut rohmu”. Maryam yang mengetahui ajalnya sudah hampir berkata lagi, “Wahai malaikat maut, apakah kamu tidak mahu memberikan peluang sehingga anakku yang menjadi penawar mengubati kerisauan hatiku?”

Malaikat maut memperjelaskan perintah Allah yang memerintahkannya untuk menjemput roh Maryam dan beliau tak dapat mengsia-siakan walau satu saat. mendengar penjelasan Izrail, dengan hati yang ikhlas, Maryam berkata, “Wahai malaikat maut, kamu telah menerima perintah Allah, oleh itu laksanakanlah perintah itu dengan segera.” Izrail segera mendekati Maryam dan mencabut rohnya.

Selesai waktu Isyak yang akhir, Nabi Isa pulang dengan mendaki gunung tersebut dan membawa bekalan berbuka puasa. Beliau melihat ibunya sedang berada di tempat solat dan menyangka bahawa ibunya sedang sembahyang. Beliau meletakkan bekalan makanan untuk berbuka puasa dekat dengan ibunya lalu beliau berdiri menghadap kiblat. Setelah sekian lama, beliau memanggil ibunya untuk berbuka puasa dan mengerjakan ibadah tanda syukur kepada Allah, namun beliau melihat tak sedikit pun makanan terusik oleh ibunya walau dua pertiga malam telah berlalu.

Nabi Isa memanggil lagi ibunya, “Assalamualaiki ya Ummaahu”. Oleh kerana fajar telah menjelma dan ibunya tidak lagi bangun, maka beliau menghampiri ibunya dan meletakkan pipinya pada pipi ibunya lalu menciumnya sambil menangis dan berkata, “Assalamualaiki ya Ummaahu. Malam telah berlalu dan fajar telah menjelma, ini adalah masa untuk menunaikan fardhu yang telah diwajibkan oleh Allah”.

Setelah Nabi Isa berkata demikian, maka menangislah para malaikat dan para jin yang berada di sekitarnya dan bergoncanglah gunung di bawahnya. Kemudian Allah mewahyukan kepada para malaikat, “Apakah yang menyebabkan kamu semua menangis?” Para malaikat berkata, “Tuhan kami, Engkau Maha Mengetahui”. Setelah itu tiba-tiba kedengaran satu suara berbunyi, “Wahai Isa, angkatlah kepalamu itu, sesungguhnya ibumu telah meninggal dunia dan Allah telah melipatgandakan pahalamu”.


Sebaik sahaja Nabi Isa mendengar suara tersebut, maka beliau sambil menangis berkata, “Siapakah yang akan menjadi temanku tatkala aku sunyi dan di kala aku menangis? Siapakah yang dapat aku ajak berkata-kata dan siapakah yang dapat membantu aku dalam ibadahku?” Kemudian Allah mewahyukan kepada gunung yang bermaksud, “Wahai gunung, nasihatilah Ruh-Ku (Isa A.S.)”.

Berkata-katalah gunung tersebut dengan izin Allah, “Wahai Ruh Allah, apakah erti kesusahanmu itu, ataukah kamu mahu Allah sebagai pendampingmu yang menggembirakan?” Setelah mendengar nasihat gunung, lalu Nabi Isa turun ke sebuah desa tempat tinggal Bani Israil dan meminta pertolongan mereka untuk menguruskan jenazah ibunya. Namun mereka tak mahu menolong Nabi Isa kerana takut pada ular-ular besar yang ada di gunung tersebut.

Nabi Isa dengan perasaan hampa naik kembali ke gunung dan beliau melihat dua orang pemuda yang sangat kacak rupa parasnya lalu beliau memberi salam dan meminta pertolongan mereka untuk memakamkan jenazah ibunya. Lalu berkata salah seorang dari pemuda itu, “Aku ini sebenarnya adalah malaikat Mikail dan sahabatku ini adalah malaikat Jibril. Aku ada membawa ubat tubuh dan kain kafan dari Tuhanmu dan para bidadari jelita sekarang sedang turun dari syurga untuk memandikan dan mengkafankan ibumu”.

Setelah itu, malaikat Jibril pun menggali kubur di atas gunung. Selesai sahaja kerja memandi dan mengkafankan dilakukan oleh para bidadari syurga, mereka menyembahyangkan jenazah Maryam dan mengebumikannya. Lalu Nabi Isa berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui tempatku dan Engkau mendengar kata-kataku dan tidak sedikit pun urusanku yang tersembunyi dariMu. Ibuku telah meninggal dunia sedang aku tidak menyaksikannya sewaktu dia wafat. Oleh itu izinkanlah dia berkata sesuatu kepadaku”.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Isa, “Sesungguhnya aku telah memberi izin kepadanya”. Nabi Isa lalu pergi ke kubur ibunya dan berkata, “Assalamualaiki ya ibu, bagaimanakah dengan tempat pembaringanmu dan tempat kembalimu dan bagaimanakah pula kedatangan Tuhanmu?” Dengan izin Allah Maryam berkata, “Tempat pembaringanku dan tempat kembaliku adalah sebaik-baik tempat, sedang aku mengadap kepada Tuhanku, aku tahu bahawa Dia telah menerimaku dengan rela”.

Berkata Nabi Isa lagi, “Wahai ibu, bagaimanakah rasa sakitnya mati?” Ibunya menjawab, “Demi Allah yang telah mengutuskanmu sebagai nabi dengan sebenar-benarnya, belum hilang lagi rasa pedihnya mati, demikian juga dengan rupa malaikat maut yang belum hilang dari pandangan mataku. Alaikas salam wahai kasih sayangku sampai hari kiamat“.

Read More →

16 October 2011

SITI CONTOH TERBAIK UNTUK UMAT ISLAM

siti13

Sebut sahaja nama Siti Nurhaliza sudah pasti ramai yang tahu siapakah empunya nama yang cantik molek itu. Siti Nurhaliza merupakan artis Melayu yang berbakat besar dalam bidang nyanyian dan di gelar penyanyi nombor satu di Malaysia. Siti Nurhaliza merupakan ikon kepada semua remaja, wanita, kanak-kanak dalam negara ini. Pengaruh yang begitu kuat daripada Siti Nurhaliza sangatlah menjadi senjata utama untuk mengubah sikap rakyat di Malaysia ini. Sikapnya yang sopan santu, berbudi bahasa dan lemah lembut dalam tutur kata perlu dijadikan contoh yang baik.

Namun, di sebalik itu ada satu yang tidak sempurna iaitu cara pemakain tudung Siti Nurhaliza yang tidak sempurna menutup aurat. Siti merupakan ikon kepada semua dan jika kelakuan memakai tudung yang tidak lengkap menutup aurat itu sering ditunjukkan maka mudahlah wanita-wanita yang menjadikan Siti sebagai ikon mereka mengikuti cara pemakaian ini. Alangkah bagusnya jika Siti Nurhaliza menutup aurat dengan sempurna. Kita bersama-sama mendoakan supaya pintu hati Siti Nurhaliza terbuka untuk memakai tudung litup menutup aurat sepenuhnya. Semoga doa-doa kita di makburkan oleh Allah. Amin.

Bercerita mengenai Siti, disini bukanlah Ammar ingin menceritakan secara terperinci mengenai Siti Nurhaliza tetapi disini Ammar ingin menceritakan 9 Siti yang patut dijadikan contoh kepada umat Islam di seluruh dunia. Antaranya ialah:

1) Siti Khadijah
- Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yang melahirkan anak-anak Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh orang-orang kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kepada Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira'.

2) Siti Fatimah
- Anak Rasulullah yang tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kepada suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2kadang-kadang berbantalkan lengan Ali. Rasulullah pernah berkata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu.

3) Siti Aishah
- Beliau isteri Rasulullah yang paling romantik. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dengan Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yang sama.

4) Siti Hajar- Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kepada suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air untuk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorang ibu mithali).

5) Siti Mariam- Wanita suci yg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yang tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah s.w.t untuk mengandungkan Nabi Isa.

6) Siti Asiah
- Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dengan ujian yg dihadapinya daripada Firaun Laknatullah.

7) Siti Aminah- Wanita mulia yang menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia.

8) Siti Muti'ah- Isteri yang patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kepada suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat untuk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dengan cantik untuk tatapan suaminya sahaja.

9 ) Siti Zubaidah
- Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya untuk membina terusan bagi kegunaan orang ramai hanya niat kerana Allah s.w.t.

* 9 Siti ini adalah petikan daripada kata-kata Ustazah Siti Norbahyah Mahmood dalam rancangan Halaqah TV9 bertajuk 'SITI IMPIAN'. Adakah wanita kita tergolong antara Siti2 ini?

Semoga Siti Nurhaliza tergolong dalam kalangan Siti-Siti yang boleh menjadi contoh terbaik untuk umat Islam di dunia ini. Mungkin Siti Nurhaliza akan tersenarai dalam 10 Siti terbaik.

SUMBER: DANISH IRFAN


Read More →