About

penaja 1

Showing posts with label SIRAH NABI-NABI. Show all posts
Showing posts with label SIRAH NABI-NABI. Show all posts

29 April 2013

Kisah Cinta Zulaikha Dan Nabi Yusuf

Akibat konsprirasi saudara-saudara nabi Yusuf a.s , di negeri Kanaan , baginda terjual di negeri Mesir.

Maka Allah berfirman :

Maksudnya

Dan (setelah Yusuf dijualkan di negeri Mesir) berkatalah orang yang membeli Yusuf kepada isterinya: Berilah dia layanan yang sebaik-baiknya; semoga ia berguna kepada kita, atau kita jadikan anak. Dan demikianlah caranya kami berikan kedudukan Yusuf di bumi (Mesir untuk dihormati dan disayangi), dan untuk Kami mengajarnya sebahagian dari ilmu menta’bir mimpi. Dan Allah Maha Kuasa melakukan segala perkara yang telah ditetapkan-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Yusuf 21)

Ahli-ahli tafsir sepakat mengatakan orang yang membeli Yusuf a.s. adalah al-Aziz seorang pegawai tinggi atau Wazir kerajaan Mesir dan isterinya adalah Zulaikha , yang diharap menjadi ibu angkat kepada Yusuf a.s.

Siapakah Zulaikha ?

Maulana Abdullah Yusuf Ali didalam Terjemahan al Quran memetik tulisan karya sastra Zulaikha dan Yusuf oleh Jami r.h ( 817 H – 898 H ):

Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan peribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya. Kali berikutnya beliau bermimpi lagi , lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir.

Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.

Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya : “ Benar , ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya . Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya”.

Perlu diingat sejarah Mesir menyebut , Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.

Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi . Tampan, segak, menarik dan menawan.

Betullah sabda nabi yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas bahawa Rasullah bersabda maksudnya :

Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia.

Kisah Zulaikha dan Yusuf dirakamkan di dalam Al Quran bermula surah Yusuf ayat 21 sehinggalah Yusuf a.s di penjarakan pada ayat 36 surah yang sama, kerana fitnah kononnya Yusuf a.s mengoda Zulaikha , isteri al-Aziz. Bagaimanapun pada ayat 51 surah yang sama Allah berfirman, maksudnya :

Isteri Al Aziz pun berkata: Sekarang ternyatalah kebenaran, akulah yang memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan sesungguhnya adalah ia dari orang yang benar. ( Yusuf 51 )

Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kesudahan hubungan Zulaikh dengan Yusuf a.s.

Bagaimanapun Ibn Katsir didalam Tafsir Surah Yusuf memetik :

Muhammad bin Ishak berkata bahawa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dahulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zu­laikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bah­wa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya,

“Tidakkah keadaan dan hubungan kita se­karang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”

Zulaikha menjawab,

“Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemui­mu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan ke­dudukanku sebagai wanita yang bersuami?”

Dikisahkan bahwa Yusuf waktu kawin dengan Zulaikha, ia menemuinya masih gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.

Rujukan :
  1. Maulana Abdullah Yusuf Ali – Terjemahan al Quran Karim
  2. Tafsir Ibnu Katsier – surah Yusuf



PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.

 
 Share

 


TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA..
Read More →

9 May 2012

Rahsia Di Sebalik Pernikahan Nabi Muhammad

Rahasia di Balik Pernikahan Nabi Muhammad SAW
Rahasia di Balik Pernikahan Nabi Muhammad SAW ~ Ketika orang-orang mendengar bawah baginda Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW yang kita cinta ini ( Orang-orang kafir ).

Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : “political and social motives”.

Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya).
Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.

Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive. Beberapa perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya).

Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.

Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.

John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross,  mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut: 
“In the prime of his youth and adult years Muhammad remained thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort”.
Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam.

Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.




(KHALIFAH BLOG)

Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:
1. Khadijah : Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun.  Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadija. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2. SAWDA BINT ZAM’A : Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz,  yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISHA SIDDIQA : Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemduian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.

4. HAFSAH BINT U’MAR : Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya,  Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW.  Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5. ZAINAB BINT KHUZAYMA : Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal  3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.

6. SALAMA BINT UMAYYA : Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah  Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.

7. ZAYNAB BINT JAHSH :  Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib.  Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).

8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH : Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari  Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam.  Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak  agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya  Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun  masuk islam.

9. SAFIYYA BINT HUYAYY : Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insha Allah disampaikan terpisah.

10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN : Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11. MAYMUNA BINT AL-HARITH : Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah  merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.

12. MARIA AL-QABTIYYA :  Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu,  Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.


Penjelasan diatas belumlah cukup, bahwasanya baginda Rasulullah SAW setiap melakukan sesuatu hal itu sudah benar-benar mendapatkan restu dari SANG MAHA PENCIPTA, ALLAH SWT. Jadi kita-kita yang manusia biasa ini tentu tidak memahami secara utuh. Namun semua itu karena Allah SWT semata. Mudah-mudahan ulasan singkat tentang Rahasia di Balik Pernikahan Nabi Muhammad SAW bisa membuka fikiran orang-orang yang berfikir kolot dan tolol tentang baginda Rasulullah. 


sumber  http://manajemenemosi.blogspot.com/2011/05/rahasia-di-balik-pernikahan-nabi.html


Di Tulis Oleh:-

http://khalifahalhidayah.blogspot.com

PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.


 
 Share
TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA.. 
Read More →

11 April 2012

Saat-saat terakhir Rasulullah SAW

 Pada hari esoknya iaitu pada hari Isnin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya dia turun menemui Rasulullah saw dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah saw dengan lemah lembut.

Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka dia dibolehkan masuk. Tetapi jika Rasulullah saw tidak mengizinkannya, dia tidak boleh masuk dan hendaklah dia kembali sahaja. Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Dia menyamar sebagai seorang biasa. Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah saw, Malaikat Maut itupun berkata:

"Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!"

Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu: "Wahai Abdullah (hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit."

Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi: "Assalamualaikum, bolehkah saya masuk?"

Akhirnya Rasulullah saw mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: "Siapakah yang ada di muka pintu itu?"

Fatimah menjawab: "Seorang lelaki memanggil baginda. Saya katakan kepadanya bahawa baginda dalam keadaan sakit. Kemudian dia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma."

Rasulullah saw bersabda: "Tahukah kamu siapakah dia?"

Fatimah menjawab: "Tidak wahai baginda."

Lalu Rasulullah saw menjelaskan: "Wahai Fatimah, dia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur.

Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Masuklah, wahai Malaikat Maut."

Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan: "Assalamualaika ya Rasulullah."

Rasulullah saw pun menjawab: "Waalaikassalam ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"

Malaikat Maut menjawab: "Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan. Jika tidak, saya akan pulang."

Rasulullah saw bertanya: "Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril?"Jawab Malaikat Maut: "Saya tinggalkan dia di langit dunia."

Baru sahaja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril a.s. datang lalu duduk di samping Rasulullah saw. Maka bersabdalah Rasulullah saw:"Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat?"

Jibril menjawab: "Ya, wahai kekasih Allah."

Seterusnya Rasulullah saw bersabda: "Beritahu kepadaku wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya?"

Jibril pun menjawab: "Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu."

Baginda saw bersabda: "Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku?"

Jibril menjawab lagi: "Bahawasanya pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu."

Baginda saw bersabda lagi: "Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang disediakan Allah untukku?" Jibril menjawab: "Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti."

Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Segala puji dan syukur aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku."

Jibril a.s. bertanya: "Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan?"

Rasulullah saw menjawab: "Tentang kegelisahanku. Apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?"

Jibril menjawab: "Saya membawa khabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu."

Maka berkatalah Rasulullah saw: "Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku."

Lalu Malaikat Maut pun mendekati Rasulullah saw.

Ali r.a. bertanya: "Wahai Rasulullah saw, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan mengafaninya?"

Rasulullah menjawab: "Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga."

Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah saw. Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata: "Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut." Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril a.s. memalingkan mukanya.

Lalu Rasulullah saw bertanya: "Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku?"

Jibril menjawab: "Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?" Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah saw.



Di Tulis Oleh:-

http://khalifahalhidayah.blogspot.com

PERHATIAN:- Jika anda rasa kandungan ini patut disebarkan ke laman facebook dan twitter anda,sila klik butang kongsi di bawah ini.


 
 Share
TERIMA KASIH KERANA KONGSI KANDUNGAN INI DENGAN RAKAN ANDA.. 
Read More →

19 February 2012

SIAPA ASIF DALAM KERAJAAN NABI SULAIMAN AS

Istana Saba' dari kejauhan


Asif bin Barkhiya (آصف بن برخيا), Asif dengan huruf sod (ص) bukan sin (س). Beliau ialah anak saudara (belah perempuan) Nabi Sulaiman ASW atau sepupunya. Bertugas sebagai penulis di zaman pemerintahan Nabi Sulaiman ASW sekaligus menteri. Juga sebagai kawan rapat dan pengawal Nabi Sulaiman yang sentiasa mengikut ke mana Nabi Sulaiman pergi dan beliau antara perunding/jurucakap utama bagi kerajaan Nabi Sulaiman ASW.
Seorang yang soleh, abid dan dikatakan mengetahui Ismu Allah yang Maha Agung sehingga amat mustajab doanya. Setengah riwayat nama beliau ialah Astum (أسطوم), Yalikha (يليخا), Natura (ناطورا), Asaf (أساف), Barkiyah (بركية), dalam Ibrani disebut Benyahu (بنياهو). Manusia dari kaum Bani Israel bukan golongan jin.


Beliaulah yang memindahkan Istana Ratu Balqis dari Kerajaan Saba’, Yaman ke Palestin dengan doanya yang mengandungi Ismu Allah yang Maha Agung. Kisah ini dirakamkan dalam al-Quran, Surah al-Naml ayat 38-41:
قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلأ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ (٣٨) قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ (٣٩) قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ (٤٠) قَالَ نَكِّرُوا لَهَا عَرْشَهَا نَنْظُرْ أَتَهْتَدِي أَمْ تَكُونُ مِنَ الَّذِينَ لا يَهْتَدُونَ (٤١)
 
Ertinya: Nabi Sulaiman berkata pula (kepada golongan bijak pandainya): “Wahai pegawai-pegawaiku, siapakah di antara kamu Yang dapat membawa kepadaKu singgahsananya sebelum mereka datang mengadapku Dalam keadaan berserah diri memeluk Islam?” ۝ berkatalah Ifrit dari golongan jin: “Aku akan membawakannya kepadamu sebelum Engkau bangun dari tempat dudukmu, dan Sesungguhnya Aku amatlah kuat gagah untuk membawanya, lagi amanah”. ۝ berkata pula seorang Yang mempunyai ilmu pengetahuan dari Kitab Allah: “Aku akan membawakannya kepadamu Dalam sekelip mata!” setelah Nabi Sulaiman melihat singgahsana itu terletak di sisiNya, berkatalah ia: “Ini ialah dari limpah kurnia Tuhanku, untuk mengujiku Adakah Aku bersyukur atau Aku tidak mengenangkan nikmat pemberianNya. dan (sebenarnya) sesiapa Yang bersyukur maka faedah syukurnya itu hanyalah terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa Yang tidak bersyukur (maka tidaklah menjadi hal kepada Allah), kerana Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya, lagi Maha Pemurah”. ۝ Nabi Sulaiman berkata pula (kepada orang-orangnya): “Ubahkanlah keadaan singgahsananya itu, supaya kita melihat Adakah ia dapat mencapai pengetahuan Yang sebenar (untuk mengenal singgahsananya itu) atau ia termasuk Dalam golongan Yang tidak dapat mencapai pengetahuan Yang demikian”.۝
Mula-mula jin ifrit yang menawar diri tapi masih lambat kerana Asif menawar diri dengan kerlipan mata Nabi Sulaiman saja sudah sampai Istana Balqis. Ini menunjukkan bila mana seorang manusia itu menjadi seorang yang alim, soleh dan berilmu maka ia akan menjadi lebih hebat dari jin. Kisah ini boleh dirujuk dalam kitab tafsir yang menjelaskan orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dari kitab Allah ialah Asif bin Barkhiya.


Tentang apakah doanya itu, kata Mujahid r.h:
يا ذا الجلال والإكرام.
Manakala Zuhri r.h berkata:
يا إلَهَنَا وَإلَهَ كُلِّ شَيْءٍ، إلَهًا وَاحِدًا، لا إله إلا أنت، اِئْتِنِي بِعَرْشِهَا.
Dari kisah ini juga dapat kita ambil pelajaran bahawa kadang-kadang dalam berdakwah memerlukan ‘izzah’ bukan mesti ‘undur-bersedia’, bukan semestinya ‘pantang mak datuk’. Dengan ‘izzah’ tertunduknya sebuah kerajaan kafir kepada kerajaan Islam Nabi Sulaiman ASW.



Balqis ialah Balqis binti Syarahil (بلقيس بنت شراحيل) yang memerintah Yaman pada kurun ke 10 sebelum Masehi dan menjadikan Saba’ sebagai ibu kotanya. Kerajaan ini menyembah matahari, melalui risikan salah seorang tentera Nabi Sulaiman iaitu burung hud-hud baginda Nabi mengetahui wujudnya kerajaan besar di Yaman Selatan. Sekarang masih terdapat puing-puing istana Balqis dan juga masih wujud golongan jin dari zaman Balqis menetap disana. WaLlahua’lam.




sumber http://antalhaq.blogspot.com

Read More →

3 February 2012

CONTOHI SIFAT MERENDAH DIRI RASULULLAH

RASULULLAH SAW amat dicintai dan disayangi kerana peribadinya yang mulia. Sifat meredah diri Baginda amat mengagumkan. Jauh sekali untuk Rasulullah SAW bersifat sombong dan angkuh dengan pemilihannya sebagai uswatun hasanah.

Sedangkan kita, tanpa disedari telah memiliki sifat angkuh dan sombong melalui percakapan, perbualan, tutur kata, suka menunjuk-nunjuk dan mempamerkan sesuatu berselindung dengan hasrat untuk dipuji dan disanjung.

Berbeza Rasulullah SAW yang melihat sombong itu dari sudut yang nyata. Baginda bersabda bermaksud
: “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia,”
(Riwayat Muslim)

Ibnul Qayyim, cendekiawan dan ahli fiqh terkenal, abad ke-13, pernah menyatakan bahawa “sesungguhnya hati manusia berdepan dua ‘penyakit’ yang amat besar, jika orang itu tidak menyedari akan melemparkan dirinya ke dalam kehancuran dan itu adalah pasti, dua ‘penyakit’ itu adalah riak dan takbur...”

Berkata Imam Al Ghazal, orang yang takbur itu ialah orang yang apabila ditegur, dia marah dan benci, sedangkan kalau dia menegur orang lain, ditegurnya dengan keras dan kasar."

Sebenarnya sifat sombong dan angkuh lahir daripada naluri seseorang yang diterjemah melalui perilaku dan tutur kata. Melalui sifat itu seseorang berasakan dirinya lebih daripada orang lain dan sentiasa hebat untuk dibandingkan.

Rasulullah SAW telah bersabda bermaksud:
“Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak menyombong diri atas yang lain dan tidak berbuat zalim atas yang lain.” 
(Riwayat Muslim)

Rasulullah mencela sikap angkuh dan bangga diri. Daripada Abu Hurairah menyatakan bahawa Rasulullah bersabda bermaksud:
"Ketika seorang lelaki berjalan, dia berbangga terhadap dirinya hingga mengangkat kepalanya ke atas. Dia berjalan dengan sombong seolah-olah bumi tertelan oleh pakaiannya, maka sesungguhnya dia akan terperosok di dalamnya sampai hari kiamat kelak. 
(Riwayat Syaikhan dan Syaibani)

Sifat sombong bukan saja pada pangkat dan kedudukan, malah melalui percakapan. Diriwayatkan daripada Ibnu Umar.

Rasulullah SAW bersabda bermaksud: 
"Barang siapa yang menyeret bajunya dengan tujuan menyombongkan diri, maka Allah tidak akan melihat dirinya di hari kiamat."
(Riwayat Syaikhan Nawawi).

Diriwayatkan daripada Amru bin Syuaib bahawa Rasulullah SAW bersabda bermaksud: 
"Di hari kiamat, orang yang sombong akan dikumpulkan seperti debu halus. Mereka ditutupi oleh kehinaan pada setiap tempat, kemudian diiring ke penjara di neraka jahanam yang disebut Bulas, mereka dilumat oleh api neraka, disiram dengan minuman ahli neraka berupa lumpur yang membinasakan." 
(Riwayat Ar- Tirmizi dan Syaibani).

Adi bin Hatim, putra Hatim yang terkenal sangat dermawan pernah menyebut bahawa Rasulullah pernah bersabda bermaksud: 
"Saudara semua perlu melakukan kebaikan untuk menjauhkan diri daripada api neraka, walaupun saudara hanya memberi sedekah dengan sepotong kurma. Namun, bagi sesiapa yang tidak mampu, bertuturlah dengan tutur kata yang baik." 
(Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hanya melalui keinsafan dan kesedaran, hidup ini hanya sementara dan tugas kita beribadah kepada Allah dapat mengelakkan sifat sombong dan bangga diri. Rasulullah SAW bersabda bermaksud:
“Sesiapa yang merendah diri kepada Allah, Allah akan mengangkatnya.” 
(Muslim)

Rasulullah SAW ialah manusia yang amat toleran, amat berani, amat adil dan amat bersopan-santun sekali. Baginda tidak menggunakan apa yang ada pada dirinya untuk menjadi suami yang angkuh dan sombong. Sebaliknya, baginda sendiri sering menolong isteri baginda dalam hal rumah tangga. Sebagai pemimpin pula, baginda tidak pernah menggunakan kuasa untuk bersifat angkuh menyombong diri dan mencela orang bawahan. Baginda sentiasa ramah mesra, sopan-santun dan murah hati tanpa memilih puak, darjat dan keturunan.

Baginda juga tidak pernah membalas setiap cacian dan cercaan orang kafir. Baginda sering menghampiri dengan memuliakan orang miskin dan anak yatim. Selalu melawat pesakit meskipun rumahnya jauh di pinggir kota, suka kepada yang baik, sering duduk bersama-sama fakir-miskin, memberi makan kepada orang miskin.

Baginda memuliakan orang miskin dan anak-anak. Daripada Anas bin Malik, katanya: 
“Rasulullah SAW bertemu dengan beberapa orang anak lalu baginda memberi salam kepada mereka.” 
(Hadis riwayat Muslim)

Baginda Rasulullah SAW tidak pernah mengecewakan sesiapapun, tidak berkata melainkan yang hak dan tertawa baginda setakat senyum saja tanpa hilai ketawa. Jelasnya, baginda tidak bersifat sombong dan takbur walaupun amat dimuliakan umatnya. Sombong dan takbur mempunyai pengertian yang sama iaitu antara sifat yang keji dan tercela. Sifat ini menjadi kebencian dan kemurkaan Allah kepada sesiapa yang memilikinya, walaupun cuma sedikit, dan menjadi penghalang daripada syurga. 

Read More →

10 September 2011

KISAH NABI IBRAHIM A.S

Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S.Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan "Babylon" yang pd waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama "Namrud bin Kan'aan."
Kerajaan Babylon pd masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang mahupun pandangan serta saranan-saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mrk.Akan tetapi tingkatan hidup rohani mrk masih berada di tingkat jahiliyah. Mrk tidak mengenal Tuhan Pencipta mrk yang telah mengurniakan mrk dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mrk adalah patung-patung yang mrk pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Read More →

25 August 2011

KISAH NABI SALLEH A.S

 Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bahagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama " Alhijir " terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.

Read More →

20 August 2011

KISAH NABI HUD A.S ( bahagian kedua)

Wahai Hud! jawab kaumnya,”Gerangan apakah yang menjadikan engkau berpandangan dan berfikiran lain drp yang sudah menjadi pegangan hidup kami sejak dahulu kala dan menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan sehingga engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kami dan memperbodohkan kami dan menganggap kami berakal sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih menjadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu untuk membawa agama dan kepercayaan baru kepada kami dan mengajak kami keluar dari jalan yang sesat menurut pengakuanmu ke jalan yang benar dan lurus. Kami merasa hairan dan tidak dpt menerima oleh akal kami sendiri bahwa engkau telah dipilih menjadi pesuruh Tuhan.
Read More →

KISANH NABI HUD A.S (bahagian pertama)

“Aad” adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama “Al-Ahqaf” terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudak kaum Nabi Nuh serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bhn makanan mrk. dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah
Read More →

KISAH NABI-NABI: SENARAI 25 NABI

Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada manusia tentang keesaan Allah SWT dan membina mereka agar melaksanakan ajaran-Nya. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur’an,

"... ialah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan." (Q.S. Al Ahzab : 39).
Read More →

19 August 2011

KISAH NABI IDRIS A.S

Idris atau Nabi Idris a.s. (Arab: إدريس ) adalah salah seorang rasul yang merupakan putra Adam yang pertama kali diberikan hak kenabian oleh Allah setelah Adam sendiri dan Shiyth a.s. (Set menurut Yahudi dan Nasrani). Dalam Alkitab, Idris dikenal dengan nama Henokh.

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam, putra dari Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Shiyth bin Adam a.s. yang menjadi keturunan pertama yang diutus menjadi nabi setelah Adam dan Shiyth. Menurut kitab tafsir, beliau hidup 1.000 tahun setelah Nabi Adam wafat.

Read More →

16 August 2011

KISAH NABI NUH A.S (bahagian ketiga)

  Nabi Nuh Membuat Kapal

Setelah menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi Nuh mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka mengumpulkan bhn yang diperlukan untuk maksud tersebut, kemudian dengan mengambil tempat di luar dan agak jauh dari kota dan keramaiannya mereka dengan rajin dan tekun bekerja siang dan malam menyelesaikan pembinaan kapal yang diperintahkan itu.

Read More →

KISAH NABI NUH A.S (bahagian kedua)

Nabi Nuh Berputus Asa Dari Kaumnya

Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninmggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kepada Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat dan gelap ke jalan yang benar dan terang, mengajar mereka hukum-hukum syariat dan agama yang diwahyukan oleh Allah kepadanya, mangangkat darjat manusia yang tertindas dan lemah ke tingak yang sesuai dengan fitrah dan qudratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat sombong dan bongkak yang melekat pd para pembesar kaumnya dan medidik agar mereka berkasih sayang, tolong-menolong diantara sesama manusia. Akan tetapi dalam waktu yang cukup lama itu, Nabi Nuh tidak berhasil menyedarkan an

Read More →

KISAH NABI NUH A.S (bahagian pertama)

Nabi Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Syith dan Idris dan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.

Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya

Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa kekosongan di antara dua rasul di mana biasanya manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali bersyirik meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah pimpinan Iblis.

Read More →

KISAH NABI ADAM A.S

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Read More →